Tinggalkan komentar

Tugas wawancara pengurus masjid

 Tema              : Remaja Masjid dan Radikalisme

Judul              : Minimnya Kontribusi Remaja Terhadap Masjid

Nara sumber  : Ustat H. Marji Fauji, S.Pd.I (Kabid. Pendidikan dan Taklim)

Ojek                : Masjid Al-mubarokah Jl. Persada Raya Kel. Menteng dalam Kec. Tebet dan kediaman Ustat H. Marji Fauji.

Pertanyaan dan jawaban

1.      Apa saja kegiatan dakwah di masjid ini?

Kegiatan rutinitas, Shalat berjamaah; shubuh, zhuhur, ashar, magrib dan isya. kemudian taklim malam senin, selasa dan jumat, senin pagi dan minggu sore. Malem jumat khusus baca quran kaum bapak, senin pagi kaum ibu. Minggu sore qiroah kaum bapak/remaja. Alhamdulillah 30 juni nanti milad satu tahun Taman Kanak-Kanak Quran (Tkq) dan Taman Pendidikan Quran (Tpq).

2.      Pengajian khusus remaja ada tidak?

Khusus remaja awalnya ada Cuma tidak berjalan, diawal sudah berjalan namun berakhir begitu saja. Ada yang mengusulkan pengajian remaja diadakan lagi ya silakan saja. Kami dari pengurus mempersilakan kalau kaum remaja ingin ada pengajian khusus remaja. Pada prinsipnya kami setuju saja kalau ada pengajian kaum remaja.

3.      Siapa yang mengisi kegiatan tersebut?

Banyak yang mengisi dari ustad-ustad sini, ada juga ustad dari luar. Tapi kami kalau memilih ustad dari luar, kami benar-benar memilih ustad yang berbobot tidak asal-asalan. Masalahnya kalau dekat tak terlalu memikirkan ongkos transportasi hanya memberi hadiah guru saja.

4.      Dewasa ini anak remaja banyak yang memilih bersekolah di SMA atau SMK, bagaimana peran masjid agar generasi muda tak tertinggal dalam memahami agama?

Yaa. dari satu sisi saya lihat memang anak-anak belakangan ini banyak yang memilih sekolah umum atau kejuruan. Tidak hanya anaknya saja, orang tuanya begitu juga memotifasi anaknya untuk bersekolah umum atau kejuruan dengan maksud mencari pekerjaan menjadi mudah. Mereka melupakan agama, seharusnya di dunia ini agama harus dominan. Kenapa terjadi tawuran karna basic agama minim. Sudah di Sekolah minim, dirumah tidak diajarkan agama. Dalam hal ini Masjid mengharapkan remaja ikut partisipasi dalam pengajian kaum bapak. Kalau mau sendiri-sendiri ya silakan. Empat atau lima orang kumpul pengajian optimis akan jalan. Orang tersebut akan membawa yang lainya ikut pengajian remaja.

5.      Tahun lalu disini ada tawuran antar warga sini dengan sebelah, tepat depan masji tawuran berlangsung. Apa peran masjid menanggapi permasalahan tersebut tersebut?

Tawuran antar warga tahun lalu sudah langsung diurus oleh Rt dan Rw setempat. Pengurus masjid hanya memberikan himbauan, nasehat/ceramah kepada warga. Karna tawuran tersebut diluar acara, sehingga masjid tak berwenag langsung karna sudah ada RT dan Rw yang mengurus.

6.      Tanggapan ustad atas aksi bom bunuh diri Dani Dwi Permana, padahal ia seorang pengurus masjid. Namun ia bisa melakukan hal tersebut?

Startegi dakwah memang bermacam-macam, ruhul jihad yang tinggi dasarnya bagus. Mereka melihat kekejaman orang Amerika dan Yahudi menindas muslimin. Bagi mereka yang ruhul jihad tinggi emosionalnya tinggi terkadang meilhat kondisi seperti itu mereka timbul memiliki rasa pembalasan itu. Tapi ulama kite kan gak ngajarin begitu, kite gak sampe kesana.

7.      Tanggapan ustad terhadap aksi kekerasan mengatas namakan agama?

Sebenarnya dalam agama bukan keras tapi tegar, tegar kepada orang kafir dan kasih sayang sesama kita. Artinya kalau orang kafir memusuhi kita mereka duluan yang  memulai kita harus siap melawan. Sebab kafir inikan ada dua; kafir dzimmi dan kafir harbi. Nah kafir dzimmi kafir yang hidup rukun dengan kita, kafir harbi kafir yang kejam dengan kita. Salah satu kekerasan mengatas namakan agama, misal Front Pembela Islam (FPI) dengan berpegang “man roa minkum munkaron falyughoiyir biyadihi dan seterusnya kalau kemaksiatan dibiarkan saja azabnya tidak hanya pada mereka yang melakukan tapi kita juga kena. Nah FPI sudah memiliki prosedur yang benar pengusa adem-adem ayem saja terhadap kemaksiatan yang meraja rela. Nah mereka menegur dengan mengirim surat sampai tiga kali. Tidak ada respon dari sana FPI bergerak.

8.      Menanggapi media massa yang memberitakan suatu kekerasan agama, terutama agama Islam. Menurut ustad apakah sudah benar berita yang diinformasikan?

Media cetak atau elektronik didominasi orang-orang diluar Islam, sehingga informasi yang mereka siarkan sudah dipelintir. Kita mana ada media yang Islami, kita kalah dengan mereka. Di media hanya memberitakan “FPI Rusuh” padahal kan mereka sudah sesuai dengan prosedur. Media hanya melihat satu sisi saja, tanpa menggali lebih dalam. Kalau media memberitakan yang benar masyarakat akan tau siapa yang benar. Coba kita lihat di Asy-Syafiiyah dalam pengajian Mingguan Forum Umat Islam (FUI) memberikan penjelasan yang teratur dan berurut menolak kehadiran Lady Gaga. Pada akhirnya disetuji tanpa kekerasan, bicara dengan baik.

9.      Pesan ustad untuk remaja saat ini?

Yang penting bekali ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu umum. Karna dengan ilmu kita dapat menyelesaikan masalah. Tampilkan akhlaqul karimah di tengah-tengah masyarakat. Dekat dengan orang alim, dan banyak bertanya dengan hal yang agak ganjil jangan bertindak sendiri-sendiri tentu harus ada komunikasi.

Andy Syaiful Fahmi/UIN Jakarta.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: